Senin, 02 Desember 2013

Mari Belajar Sejarah Penemuan Sel

Sejarah Penemuan Sel
Pada faktanya, sejarah penemuan sel tak akan pernah lepas dari keberadaan mikroskop. Sebab, dengan ditemukannya alat tersebut, bentuk sel di dalam organisme bisa terlihat dengan jelas. Mikroskop sendiri ditemukan kira-kira pada akhir abad ke-16. Alat dengan dua lensa ini kemudian mengalami perkembangan yang sangat pesat di beberapa Negara yakni Belanda, Inggris juga Italia. Sampai pada pertengahan abad ke 17, mikroskop mengalami perbaikan yang cukup signifikan sehingga perbesaran objeknya mencapai 30 kali lipat! Kemudian seorang ilmuan berkebangsaan Inggris bernama Robert Hooke (1635 – 1703) menyempurnakan mikroskop dengan menciptakan sifat majemuk sehingga ia mempunyai sumber cahayanya sendiri. Hal tersebut kemudian memudahkan penggunaan mikroskop di kemudian hari.
Inovasi Robert Hooke berlanjut dengan kegiatannya yang mengamati potongan kecil gabus dengan mikroskop. Ia kemudian menemukan fakta bahwa gabus tersebut memiliki bilik-bilik atau rongga kecil yang ia namakan cell, sebab Hooke melihatnya serupa dengan bilik atau kamar di biara juga penjara. Boleh dikata, sejarah penemuan sel dibuka oleh Robert Hooke yang kemudian secara estafet dilanjutkan penelitiannya oleh ilmuan lainnya. Meski demikian, sebenarnya pada masa yang sama, seorang saudagar kain dari Belanda bernama Antony Val Leeuwenhoek membuat mikroskop versinya sendiri. Kemudian ia mulai menggunakan alat tersebut untuk mengamati banyak objek. Dengan kegiatannya tersebut, ia kabarnya berhasil melihat sel darah merah, protozoa, bakteri juga spermatozoid. Lebih lanjut, saudagar kain ini mengirimkan surat atau semacam laporan kepada sebuah organisasi ilmiah di Inggris bernama Royal Society. Ia mengabarkan hal menakjubkan yang ia temukan. Salah satunya adalah benda-benda bergerak dalam air liur yang sebenarnya merupakan bakteri.

Berlanjut pada tahun berikutnya, ilmuan bernama Schleiden dan T. Schwann mulai mengamati sel-sel jaringan tumbuhan juga hewan. Schleiden sendiri mengamati sel pada tumbuhan. Ia mendapatkan fakta bahwa terdapat banyak sel yang menjadi penyusun tubuh tanaman. Kemudian ia mengemukakan kesimpulannya bahwa bagian terkecil dari tumbuhan adalah apa yang disebut dengan sel. Di lain pihak, ilmuan T. Schwann juga mengadakan penelitian lebih lanjut dengan bagian tubuh hewan. Ia juga menemukan hal yang sama, dan menyimpulkan bahwa bagian paling kecil dari hewan adalah sel. Hal tersebut diterima oleh beberapa ilmuan. Sampai pada akhirnya fakta baru diketemukan oleh Robert Brown di tahun 1831. Ia meneliti sel pada tanaman angrek dan menemukan benda kecil yang terlihat mengapung di dalam sel. Selanjutnya, benda mengapung tersebut ia namakan dengan inti sel atau yang biasa disebut nucleus. Inti sel ini memegang peranan yang penting di dalam sel sebab ia menjadi pusat pengatur segala aktiftas sel. 

Sejalan dengan penemuan Brown, dua ilmuan yakni Johanner Purkinye juga Felix Durjadin di tahun 1935 kembali mengadakan penelitian lebih lanjut terhadap struktur sel. Mereka menjumpai cairan di dalam sel yang kemudian dikenal dengan nama protoplasma. Hasil penelitian ini kemudian disempurnakan oleh Maz Schultze yang tiba pada kesimpulan bahwa cairan protoplasma tersebut merupakan hal paling mendasar dari kehidupan organisme dan tempat paling inti dimana proses hidup berlangsung.

Sejarah penemuan sel ini menandai lahirnya teori-teori baru dalam ilmu biologi, antara lain:
  1. Sel adalah unit struktural dari makhluk hidup
  2. Sel adalah unit fungsional dari makhluk hidup.
  3. Sel adalah unit reproduksi dari makhluk hidup.
  4. Sel juga merupakan unit hereditas dari makhluk hidup

    sumber; http://kelasbiologiku.blogspot.com/2013/03/mari-belajar-sejarah-penemuan-sel.html

Apa Itu Organel Sel?

Organel Sel
Dalam mempelajari ilmu biologi, istilah sel sangat sering kita temukan. Sel merupakan komponen penyusun paling sederhana dari makhluk hidup. Sel sebenarnya terdiri dari sekumpulan material yang secara sinergis mampu menopang aktfitas kehidupan yang berlangsung di dalam sel itu sendiri. Sel dibagi ke dalam dua jenis yakni sel tunggal dan sel dalam jumlah yang banyak. Makhluk hidup dengan sel tunggal atau uniseluler misalnya adalah amuba juga bakteri. Sementara itu, organisme yang terdiri dari banyak sel atau multiseluler misalnya saja hewan, tumbuhan juga manusia. Seperti telah disinggung bahwa sel sebenarnya terdiri dari berbagai komponen penyusun yang saling terkoneksi satu sama lainnya. Komponen penyusun ini lazim disebut organel sel.

Seperti dikutip dari situs Wikipedia, organel sel digambarkan sebagai sebuah struktur dengan fungsi tertentu yang keberadaannya mengapung di dalam sitoplasma. Untuk menyaksikan organel sel ini, tentu kita memerlukan bantuan mikroskop dengan angka pembesaran tertentu. Para ilmuan menemukan bahwa ada beragam macam organel sel. Mulai dari mitokondria, golgi kompleks, vakuola, peroksisom, nucleus, sentrosom, lisosom, terikulum endoplasma, kloroplas, mikrotubulus, apartus golgi dan masih banyak lagi lainnya.

Setiap organel sel ini memiliki peranannya masing-masing. Misalnya saja mitokondria, Ia membawa ATP ke titik-titik dimana energi diperlukan. Mitokondria ini terdiri atas lemak, protein, DNA, ribosom, dan enzim sitokrom. Mitokondria ini berfungsi sebagai tempat respirasi dalam rangka memproduksi energi. Organel sel lainnya adalah badan mikro atau peroksisom. Ia terdiri dari beragam jenis enzim yang berperan dalam proses produksi H2O2 atau peroksida hydrogen. Badan mikro ini memang merupakan sumber enzim yang bersifat katalis dan mengurai senyawa H2O2 menjadi H2O dan O2.

Organel sel lainnya adalah mikrotubulus. Ia memiliki fungsi dalam pembentukan silia, benang spindle dan juga sentriol. Lain lagi dengan mikrofilamen, ia merupakan organel sel yang bertanggungjawab penuh terhadap semua pergerakan yang terjadi di dalam sel. Sementara itu, nucleus atau yang dikenal dengan nama inti sel juga merupakan organel sel. Nukleus ini kaya akan DNA dan volumenya akan selalu bertambah seiring dengan meningkatnya gerakan sintesis sel. Organel sel selanjutnya adalag reticulum enoplasma atau biasa dikenal dengan singkatan RE. Organel yang satu ini dibagi ke dalam dua bagian yakni RE halus dan juga Re kasar. Kedua RE ini memiliki fungsi berbeda. RE halus berperan sebagai pengangkut protein yang sebelumnya diproduksi dan disusun di RE kasar bersama dengan Golgi kompleks. RE halus ini juga menjalankan reaksi pertama dalam proses oksidasi lemak, melakukan proses detoksifikasi obat dan racun, menyimpan beberapa senyawa seperti fospolipid, glikolopid, juga steroid.

Organel sel lainnya adalah asparatus goolgi. Ia merupakan sekumpulan beksikel yang cenderung pipih dengan bentuk berkantong dengan kelokan atau sisternae. Dalam organel sel yang satu ini bisa dijumpai banyak enzim untuk pencernaan yang belum aktif misalnya zimogen juga koenzim. Asparatus goolgi ini juga bisa menghasilkan sejenis lendir yang dikenal dengan nama musin dan juga mampu membentuk organel sel lainnya yakni lisosom. Lisosom ini memiliki sifat yang autosilis, dan memecah makanan dengan cara edsositosis. Lisosom terdiri atas dua jenis yakni sekunder dan juga primer. Pada lisosom primer, diketemukan enzim yang belum aktif dengan peran sebagai vakuola makanan. Sementara itu lisosom sekunder lebih memperlihatkan peranannya dalam kegiatan pencernaan makanan. Sebab ia memiliki sifat autofagosom.

Masih ada banyak organel sel lainnya yang menunjukkan sinergitas. Semua organel tersebut, dengan peranannya masing-masing, memastikan organisme bisa melakukan aktiftasnya dengan baik. Meskipun organel sel merupakan bagian terkecil dari makhluk hidup, namun pengaruhnya akan terasa signifikan jika tidak berjalan sesuai dengan semestinya.

sumber; http://kelasbiologiku.blogspot.com/2013/03/apa-itu-organel-sel.html

Mengetahui Manfaat Donor Darah

manfaat donor darah
Salah satu jenis kegiatan sosial yang marak dilakukan adalah donor darah. Kegiatan yang satu ini bertujuan untuk memperkaya cadangan darah agar mudah diperoleh saat seorang membutuhkannya. Meski tujuan utamanya untuk memastikan persediaan darah terpenuhi, ternyata kegiatan donor darah ini juga menguntungkan mereka para relawan yang menyumbangkan darahnya. Manfaat ini semakin nyata jika seseorang melakukan donor darah secara rutin dan dengan procedural yang benar. Manfaat donor darah ini cukup beragam. Simak uraian berikut ini!

Donor Darah: Jalan Menuju Sehat!


Mungkin Anda tak percaya, namun menurut penelitian medis, kegiatan mendonorkan darah memang memiliki sejumlah manfaat yang erat kaitannya dengan kesehatan. Adapun manfaat donor darah yang dimaksud antara lain:

Memelihara Kesehatan Jantung

JIka seseorang secara rutin melakukan donor, maka secara otomatis jumlah zat besi yang ada di dalam darahnya akan stabil. Menurut penelitian, jumlah zat besi dalam tubuh manusia kadang berlebihan. Zat besi ini biasanya diperoleh dari makanan. Dengan mendonorkan darah secara teratur maka secara tidak langsung Anda membuang kelebihan zat besi di dalam tubuh. Dan, zat besi yang seimbang akan berdampak baik pada kesehatan jantung. Zat besi yang berlebih akan membuat jantung Anda bermasalah! Kabarnya, bagi perempuan, keseimbangan zat besi bisa diperoleh saat menstruasi. Namun bagi pria, satu-satunya jalan adalah mendonorkan darah.

Merangsang Pertumbuhan Sel Darah Merah

Manfaat donor darah lainnya adalah meningkatkan jumlah produksi sel hemoglobin. Mengapa bisa? Sebab dengan mendonorkan darah, tubuh Anda akan mengurangi jumlah sel darah merah sehingga sum-sum pada bagian tulang belakang secara otomatis akan memperbaharui keberadaan sel darah merah dalam darah Anda. Dan, pasokan sel darah merah yang baru akan membuat Anda lebih segar dan sehat.
Membantu Program Diet Anda

Manfaat yang satu ini merupakan dambaan banyak wanita. Dengan mendonorkan darah, Anda bisa membakar kalori dengan baik. Dengan donor darah sejumlah 450 mililiter maka Anda akan membakar kalori yang setara dengan angka 650 kkal.

Melacak Penyakit Yang Tersembunyi

Salah satu prosedur wajib sebelum seseorang melakukan donor darah adalah langkah pemeriksaan. Tenaga medis akan menelusuri riwayat penyakit Anda dan beberapa prosedur pemeriksaan lainnya seperti tekanan darah dan lainnya. Pemeriksaan ini secara tidak langsung akan mendeteksi jika ada penyakit yang Anda derita. Dan, gratis pula!

Kesehatan Psikolgis

Salah satu manfaat donor darah adalah kepuasan secara psikologis yang didapatkan karena telah membantu orang lain.

Syarat Donor Darah

Anda tertarik mendonorkan darah? Memang manfaat donor darah sangat bagus, meski demikian tidak semua orang bisa melakukan hal tersebut. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi antara lain:
  1. Umur pendonor harus berada di antara angka 17 sampai 60 tahun. Untuk usia yang ada di atas 60 tahun harus berdasarkan pertimbangan dari dokter.
  2. Berat badan pendonor minimal ada di angka 45 kilogram
  3. Jumlah hemoglobin di dalam darah minimal di angka 12,5 g/dl
  4. Tidak sedang hamil, menstruasi dan dalam masa menyusui.
  5. Tekanan darah harus stabil.
  6. Tidak menderita beberapa penyakit kronis dan berbahaya seperti HIV, jantung, hati, paru-paru, ginjal, diabetes mellitus, penyakit kuning, kanker dan masih banyak lagi lainnya.

    sumber; http://kelasbiologiku.blogspot.com/2013/03/mengetahui-manfaat-donor-darah.html

Menelusuri Sejarah Penemuan Virus

Sejarah penemuan virus merupakan serangkaian proses yang panjang. Jadi tidak sama seperti konsep penemuan lainnya, berbicara soal virus, kita harus memasukkan sejumlah nama tokoh yang memang berjasa dalam proses penemuan virus itu sendiri. Siapa saja? Yang berada di ururtan pertama adalah tokoh bernama Adolf Meyer yang berkebangsaan Jerman. Di tahun 1883, ia tertarik untuk menyelidiki lebih lanjut fenomena yang terjadi pada daun tembakau. Ia mengamati pada daun tersebut terdapat bintik-bintik berwarna kuning. Saat itu, Adolf Meyer menyimpulkan bahwa penyebab gejala pada daun tembakau tersebut adalah organisme yang ukurannya jaug lebih kecil lagi dari bakteri.

Berlanjut pada tahun berikutnya, tepatnya 1892, seorang tokoh bernama Dimitri Ivanowsky yang berasal dari Rusia secara serius mengamati getah pada daun tembakau. Ia mendapati fakta bahwa getah tersebut, meski telah disaring, masih bisa menjadi penyebab penyakit yang di kemudian hari dikenal dengan nama Mosaik. Dimitri kemudian menyimpulkan dua kemungkinan. Pertama, bakteri yang diduganya menjadi penyebab penyakit pada tembakau memproduksi toksin dalam ukuran yang sangat kecil sehingga tidak bisa terfilter saringan. Kemungkinan kedua adalah adanya organisme selain bakteri dalam ukuran yang sangat kecil. Kemungkinan pertama tadi kemudian tereliminasi berdasarkan hasil penelitian lanjutan seorang tokoh bernama Martinus Beijerinck. Ia menemukan fakta bahwa getah daun tembakau tadi tidak kehilangan kemampuannya menyebar penyakit setelah ia disaring. Martinus kemudian menyimpulkan bahwa patogen mosaic pada tembakau bukanlah disebabkan oleh bakteri melainkan suatu faktor yang saat itu ia namai Cotagium Vivum Fludium, yakni cairan yang berpotensi membawa penyakit.

Sejarah penemuan virus kemudian berlanjut pada fenomena lainnya, yakni pada tahun 1898, tokoh bernama Forsch dan Loeffler menemukan penyakit pada sapi yang mereka yakini tidak disebabkan oleh organisme yang bisa menembus fikter yang mampu menyaring bakteri. Kedua tokoh tersebut belum mengetahui bahwa penyebabnya adalah virus. Baru pada tahun 1935, Wendell Meredith Stanley yang berasal dari Amerika Serikat berhasil menemukan partikel yang menjadi penyebab penyakit mosaic pda tanaman tembakau. Wendell kemudian mengkristalkan organisme mikroskopik tersebut yang ia namai Virus Mosaik Tembakau.

Partikel yang ditemukan Wendell tersebut merupakan virus pertama yang ditemukan di dunia. Jadi, meseki keberadaan virus ini telah diketahui jauh sebelum Wendell, namun bisa dikatakan penemu virus yang pertama kali tetaplah Wendell. Selain menandai sejarah penemuan virus, si penyebab penyakit mozaik tersebut juga dikenal sebagai virus yang berhasil divisualisasikan untuk pertama kalinya dengan menggunakan mikroskop elektron.

sumber; http://kelasbiologiku.blogspot.com/2013/06/menelusuri-sejarah-penemuan-virus.html

Pengertian Dan Fungsi Kambium

Pernah mendengar istilah Kambium? Dalam Ilmu Biologi khususnya bagian pengenalan tumbuhan, istilah kambium pastilah akan banyak dijumpai. Mengapa? Sebab kambium memang bagian tak terpisahkan dari tanaman. Jadi apa yang dimaksud dengan kambium? Secara sederhana, kambium adalah sebuah lapisan meristematik yang terdapat pada tumbuhan dimana sel-sel pada kambium tersebut aktif membelah dan bertanggungjawab atas pertumbuhan sekunder tanaman. Kambium ini bisa diamati pada bagian batang dan juga akar tumbuhan. Adapun bentuk dari kambium ini berupa lendir yang terdapat pada kulit dan kayu batang. Secara umum, kambium dijumpai pada tanaman dikotil dengan batang keras dan berumur panjang. Pada batang berkayu tersebut, fungsi kambium adalah sebagai medium atau jalur lintas zat hara bergerak dari tanah menuju ke daun. Selain itu, kambium juga berperan sebagai penyalur makanan yang dihasilkan dari proses fotosintesis.

Xylem Dan Floem

Tahukah Anda bahwa kambium itu bertumbuh dan menghasilkan dua jaringan yang berbeda. Apabila kambium tumbuh ke arah dalam maka ia akan membentuk xylem atau yang dikenal juga dengan nama pembuluh kayu. Sementara itu, apabila kambium tumbuh ke arah luar maka ia akan membentuk kulit kayu atau floem atau yang kita kenal juga dengan nama pembuluh tapis. Pembentukan kedua pembuluh ini, baik floem maupun xylem dimaksudkan sebagai sarana transportasi zat. Pembuluh xylem sendiri berperan sebagai pengangkut air juga mineral. Adapun floem secara spesifik berfungsi sebagai penganngkut hasil proses fotosintesis.

Jenis-jenis Kambium

Pada dasarnya kabium merupakan jaringan yang bersifat meristem. Ia memiliki kelebihan untuk membelah dan menjadi jaringan meristem sekunder. Pada mulanya kambium hanya dijumpai pada bagian ikatan pembulu yang kita kenal dengan nama kambium vasis/kambium intravasikuler. Fungsi kambium ini adalah untuk membentuk pembuluh xylem dan floem primer. Di sisi lain, kambium yang berada di akar atau batang tepatnya di antara ikatan pembuluh dikenal dengan nama kambium intervasikuler. Kedua jeis kambium ini kemudian mmebentuk lingkaran tahunan pada pohon.

Pembagian jenis kambium lainnya bisa didasarkan pada proses terbentuknya, antara lain:
  1. Kambium primer yakni jenis kambium yang terletak antara floem dan xylem tumbuhan dikotil sekaligus Gymnospermae.
  2. Kambium sekunder atau kambium gabus merupakan jenis kambium yang ada di permukaan batang maupun akar yang pecah karena proses pertumbuhan sekunder. Fungsi kambium gabus ini, ke luar membentuk sel gabus yang merupakan pengganti dari epidermis. Sementara itu kedalam untuk membentuk sel feloderm yang hidup.

Pada tulisan lainnya, banyak ahli yang membagi kambium juga menjadi dua bagian yakni:
  1. Kambium pembuluh atau vascular cambium yang merupakan pembatas bagian kulit kayu pada bagian kayu di batang pohon. Kambium ini ke arah dalam membentuk xylem dan keluar membentuk floem.
  2. Kambium gabus atau felogen/phellogen merupakan bagian tak terpisahkan dari korteks. Fungsi kambium ini menghasilkan jaringan gabus (ke arah luar) yang berperan sebagai pengendali masuknya air, pencegah serangan hama, dan fungsi yang bersifat mekanis lainnya. Sementara itu ke arah dalam, kambium ini membentuk lapisan kulir bergabus yang dikenal dengan istilah phelloderm.

    sumber; http://kelasbiologiku.blogspot.com/2013/09/pengertian-dan-fungsi-kambium.html


Jenis-Jenis Bakteri Yang Menguntungkan

bakteri yang menguntungkan
Bakteri merupakan salah satu jenis organisme yang tidak mempunyai inti sel selayaknya organisme lainnya. Ia masuk ke dalam kelompok prokariota dengan ukuran yang sangat kecil . Untuk melihat keberadaan bakteri ini, manusia mutlak memerlukan alat pembesar berupa mikroskop. Sebagai sel prokariot, bakteri memiliki struktur yang teramat sangat sederhana. Ia hanya terdiri atas kerangka sel dan juga organel-organel semisal mitokondria juga kloroplas. Bakteri bisa dijumpai di semua tempat. Misalnya di udara, air, tanah dan tempat lainnya. Selama ini bakteri selalu identik dengan penyakit. Memang ada beberapa jenis organisme ini yang bisa menyebabkan infeksi juga penyakit. Meski demikian, sesungguhnya terdapat juga beragam jenis bakteri yang menguntungkan. Tak percaya? Simak uaraian berikut ini.

Bakteri yang bermanfaat secara umum dipergunakan dalam berbagai bidang seperti lingkungan, pangan, industri maupun pengobatan. Misalnya saja bakteri sporafit, ia berperan penting dalam menguraikan jasad makhluk hidup yang telah mati juga sisa atau kotoran dari organisme lainnya di dunia ini. Bakteri tersebut bekerja dengancara mengurai karbohidrat, protein juga komponen senyawa lainnya agar menjadi senyawa amoniak, CO2 maupun komponen senyawa lainnya yang lebih sederhana dari asalnya. Jenis bakteri saporafit atau bakteri pengurai antara lain proteus juga clostridium.
Bakteri yang menguntungkan lainnya adalah bakteri yang digolongkan ke dalam kelompok nitrifikasi, yakni kelompok bakteri yang memiliki kemampuan untuk menyusuk sejumlah senyawa nitrat yang secara umum berlangsung di dalam tanah. Bakteri yang masuk ke dalam kelompok ini memiliki sifat kemolitotrof. Di dalam pertanian, keberadaan bakteri ini tentu menguntungkan sebab nitrat yang ia hasilkan sangat berperan dalam meningkatkan kualitas tanaman. Adapun bakteri yang masuk ke dalam kelompok ini antara lain Pseudomonas stutzeri, paracoccus denitrificans, Pseudomonas aeruginosa dan lain-lain. Selain bakteri ini, ada pula kelompok bakteri yang diberi nama bakteri nitrogen. Bakteri ini juga menguntungkan petani sebab ia mampu mengikat nitrogen yang ada di udara dan menyimpannya di akar sehingga tanaman akan semakin subur. Jenis bakteri nitrat ini antara lain bakteri rhizobium, sinorhizobium, mesorhizobium dan lain-lain.

Sementara itu, dalam bidang pangan, terdapat beberapa bakteri yang berperan dalam proses pengolahan beberapa jenis makanan. Umumnya, makanan yang dihasilkan dengan campur tangan bakteri akan memiliki daya tahan yang ganda serta rasa yang khas. Adapun bakteri yang dimaksud antara lain:
  1. Lactobacillus Bulgaricus juga Streptococcus thermophillus yang dicampur bersama susu dan menghasilkan yoghurt.
  2. Bakteri acetobacter bisa diolah menjadi cuka.
  3. Bbakteri acetobacter xylium digunakan dalam proses pembuatan kuliner nata de coco.
  4. bakteri Streptococcus lactis yang dicampur dengan susu dan menghasilkan mentega.
  5. Lactobacillus sp. yang dicampur dengan ikan atau udang akan menghasilkan terasi.
  6. Lactobacillus sp. yang dicampur dengan buah akan menghasilkan asinan buah.
  7. Pediococcus cerevisiae yang dicampur dengan daging akan menghasilkan sosis.
  8. Lactobacillus bulgaricus juga Streptococcus lactis yang dicampur dengan susu akan menghasilkan kefir.
Sementara itu, bakteri yang menguntungkan dalam bidang kesehatan antara lain:
  1. Bakteri Streptomyces griseus bisa menghasilkan antibiotik streptomycin.
  2. Bakteri Streptomyces aureofaciens bisa menghasilkan antibiotik jenis tetracycline.
  3. Bakteri Streptomyces venezuelae bisa menghasilkan antibiotic jenis chloramphenicol.
  4. Bakteri Penicillium bisa menghasilkan antibiotic jenis penisilin.
  5. Bakteri jenis Bacillus polymyxa bisa menghasilkan sejenis antibiotic bernama polymixin.
Masih ada banyak jenis bakteri yang menguntungkan lainnya. Misalnya saja bakteri yang hidup di organ pencernaan manusia yang bisa membantu proses pencernaan makanan yang kita konsumsi. Misalnya saja jenis bakteri E.coli yang bisa membantu pembusukan makanan juga mampu menghasilkan vitamin jenis K yang sangat penting dalam proses pembekuan darah jika terjadi luka.

sumber; http://kelasbiologiku.blogspot.com/2013/03/jenis-jenis-bakteri-yang-menguntungkan_13.html


Pengertian Dan Contoh Simbiosis Mutualisme

Contoh Simbiosis Mutualisme
Dalam sebuah ekosistem, salah satu komponen yang penting adalah mahluk hidup, baik itu manusia, hewan dan juga tumbuhan. Ekosistem yang seimbang selalu ditandai dengan interaksi antara makhluk hidup dan juga lingkungan. Salah satu bentuk interaksi di antara makhluk hidup disebut dengan simbiosis. Secara harfiah simbiosis sendiri berasal dari penggabungan dua kata Yunani yakni Sym dan juga biosis. Sym sendiri berarti “dengan” sedangkan Biosis diartikan “kehidupan”. Secara utuh dan sederhana, simbiosis diartikan sebagai pola interaksi yang erat di antara organisme dengan spesies yang berbeda atau berlainan jenisnya. Meski berbeda, namun organisme tersebut terikat dan terkait serta tetap hidup berdampingan. Ada beragam jenis simbiosis. Salah satunya adalah simbiosis mutualisme. Apa itu simbiosis mutualisme dan apa saja contoh simbiosis mutualisme tersebut? Berikut uraiannya.

Simbiosis mutualisme merupakan pola interaksi atau hubungan antara dua organisme dengan jenis yang berbeda dimana keduanya mendapatkan keuntungan dari hubungan tersebut. Jenis simbiosis yang satu ini bisa kita jumpai di lingkungan kita sehari-hari. Salah satu contoh simbiosis mutualisme adalah pola hubungan antara sapi dengan burung jalak. Jika Anda perhatikan, di sawah-sawah, kerbau yang biasanya digunakan untuk membajak dihinggapi oleh burung jalak. Burung tersebut kemudian mematuk-matuk kulit si kerbau. Sang kerbau tidak terganggu sebab si burung jalak mematuki kutu-kutu yang menempel pada kulit kerbau. Dengan demikian, keduanya diuntungkan. Burung jalak memperoleh makanan sedangkan kerbau jauh dari serangan gatal kutu pada kulitnya.

Contoh simbiosis mutualisme lainnya adalah pola interaksi antara bunga dan lebah. Lebah memperoleh madu yang manis dan menyehatkan dengan cara menyerap sari dari kelopak bunga yang memang manis. Dan dengan kegiatan menghisap sari tersebut sebenarnya lebah tak hanya untung tetapi juga membantu sang bunga melakukan kegiatan reproduksi yakni proses penyerbukan. Lebah yang menghisap nectar bunga akan membawa serbuk sari dari bunga yang satu ke bunga lainnya sehingga terjadilah proses penyerbukan secara alamiah. Selain lebah, kupu-kupu juga membentuk simbiosis yang saling menguntungkan dengan bunga. Polanya sama dengan lebah.
Contoh simbiosis mutualisme lainnya adalah hubungan antara alga dan juga ganggang jenis tertentu dimana interaksi keduanya menghasilkan likenes. Contoh lainnya adalah hubungan antara Protozoa Mixotricha paradoxa dengan jenis rayap bernama Mastotermes darwiniensis dimana keduanya saling untung. Di banyak artikel, kita kadang menjumpai pola hubungan antara ikan remora dan ikan hiu dikategorikan sebagai simbiosis mutualisme padahal sebenarnya hanya ikan remora yang diuntungkan. Diketahui bahwa ikan kecil tersebut suka mengekor dan berenang di dekat ikan hiu sebab ia mengkonsumsi sisa makanan ikan hiu. Keberadaan ikan remora tidak menguntungkan ikan hiu tetapi juga tidak merugikan baginya. Dengan demikian, ia tidak tepat dimasukkan sebagai contoh simbiosis mutualisme dimana keuntungan kedua pihak merupakan poin utama.

sumber; http://kelasbiologiku.blogspot.com/2013/03/pengertian-dan-contoh-simbiosis.html

Memahami Pengertian Dan Contoh Metamorfosis Sempurna

contoh metamorfosis sempurna
Metamorfosis secara sederhana diartikan sebagai proses biologis yang menandai perkembangan pada hewan dimana proses tersebut melibatkan perubahan penampilan secara fisik maupun struktur organ setelah fase kelahiran ataupun penetasan. Perubahan yang terlihat pada proses metamorphosis hewan disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel juga differensiasi sel tersebut dengan cara yang radikal dan dinamik. Metamorfosis ini dibagi ke dalam dua bagian yakni metamorphosis sempurna dan juga metamorfosis yang tidak sempurna. Pada artikel ini, yang akan dijabarkan lebih lanjut adalah metamorfosis sempurna beserta contohnya. Simak uraian berikut.

Apa itu metamorfosis sempurna?

Metamorfosis sempurna merupakan jenis perubahan hewan yang melalui 4 tahapan pertumbuhan dan perubahan, yakni: Telur ---> Larva --> Pupa --> Dewasa. Metamorfosis ini disebut juga dengan istilah holometabola atau holometabolisme. Adapun contoh hewan yang dikategorikan mengalami metamorfosis sempurna adalah kupu-kupu juga katak.

Pada kupu-kupu, sebelum menjadi serangga cantik dan menawan, ia terlebih dahulu harus melalui serangkaian fase perubahan yang dimulai dari telur yang kemudian menetas dan menjadi larva. Pada umumnya larva tersebut, seiring perkembangannya, mengalami 4 transformasi warna mulai dari hitam dengan campuran warna kuning, kemudian kuning dengan campuran warna putih, kemudian selanjutnya menjadi telur dengan warna biru yang pekat dan terakhir menjadi warna hitam atau dan juga terkadang kuning. Proses perubahan warna telur ini dikenal dengan nama molting atau perubahan yang mencakup warna juga bentuk fisik.

Metamorfosis sempurna pada kupu-kupu kemudian berlanjut. Larva tersebut tak hanya mengalami perubahan warna tetapi juga perubahan bentuk fisik atau ukuran. Seiring perumbuhannya larva tersebut akan semakin besar dan terus berkembang menjadi instar sebellum kemudian menjadi apa yang disebut dengan nama pupa. Pada tahapan pupa inilah proses pembentukan susunan kerangka hewan dewasa terjadi. Setelah beberapa saat maka pupa pun menjelma menjadi kupu-kupu cantik yang kita kenal selama ini.

Contoh lain metamorfosis sempurna adalah katak. Ia juga dimulai dari telur yang setelah memakan waktu kurang lebih sepuluh hari, telur katak tersebut akan bertransformasi menjadi apa yang disebut dengan berudu. Berudu ini seperti ikan kecil berwarna hitam yang memiliki struktur tubuh yang belum sempurna. Meski demikian, pada usia dua hari, berudu tersebut akan memiliki insang yang digunakannya untung bernafas. Menginjak usia kurang lebih 3 minggu, insang pada berudu secara alamiah akan hilang sebab tertutup oleh kulit yang tumbuh. Memasuki umur delapan minggu, pada berudu akan dijumpai kaki belakang yang mulai tumbuh. Selanjutnya, saat kaki belakang telah besarm baru kemudian kaki depan perlahan muncul sampai akhirnya tumbuh secara terus menerus hingga berudu mencapai usia kira-kira dua belas minggu. Selanjutnya, pada berudu juga akan muncul ekor yang terlihat pendek. Selanjytnya, berudu juga akan mulai bernafas menggunakan paru-paru dan secara perlahan menjelma menjadi katak yang dewasa dengan struktur badan yang sempurna.

sumber; http://kelasbiologiku.blogspot.com/2013/03/memahami-pengertian-dan-contoh.html

Beberapa Penyakit Pada Sistem Reproduksi Manusia

penyakit pada sistem reproduksi manusia
Sistem reproduksi pada manusia rentan mengalami penyakit, kelainan juga gangguan. Gejala tersebut bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Bisa saja karena tumor, virus, bakteri atau memang disfungsi organ reproduksi yang disebbakan oleh hal-hal yang tak terduga misalnya makanan atau zat-zat kimia yang masuk ke dalam tubuh manusia. Pada artikel ini akan dibahas penyakit pada sistem reproduksi manusia dan dibagi ke dalam dua kelompok yakni penyakit dan gangguan pada reproduksi wanita dan penyakit dan gangguan pada organ reproduksi pria.

Gangguan Organ Reproduksi Wanita


Penyakit yang bisa menyerang sistem reproduksi wanita bisa berupa gangguan menstruasi, kanker di wilayah genital, infeksi pada vagina dan juga endometriosis.


Gangguan Menstruasi

Gangguan atau penyakit ini bisa berupa amenore primer dan juga amenore sekunder. Amenore primer merupakan gejala dimana menstruasi tidak terjadi hingga usia 17 tahun dan diikuti dengan tidak berkembangnya unsur seksual sekunder. Sementara itu, amenore sekunder adalah tidak terjadinya proses menstruasi selama 3 hingga 6 bulan pada wanita yang telah mengalami suklus menstruasi sebelumnya.

Kanker Pada Wilayah Genital

Penyakit pada sistem reproduksi manusia ini banyak dijumpai biasanya pada wilayah ovarium, serviks dan juga vagina. Kanker vagina ini belum diketahui apa penyebab pastinya. Namun, para ahli menduga hal tersebut disebabkan oleh infeksi virus. Pengobatan kanker pada vagina ini bisa dengan kemoterapi ataupun bedah menggunakan laser. Sementara itu, kanker pada mulut rahim atau serviks terjadi jika ada sel yang tumbuh secara abnormal di wilayah lapisan epiter mulut rahim. Dan kanker pada ovarium sendiri tidak menujukan tanda-tanda yang jelas namun biasanya disertai berbagai keluhan seperti rasa pegal luar biasa pada panggul, terdapat perubahan saluran pencernaan dan muncul pendarahan yang abnormal pada vagina.

Endometriosis

Merupakan gejala dimana jaringan endometrium wanita berada di luar wilayah rahim yakni di ovarium, oviduk, ataupun di jalur luar rahim wanita. Gejala yang paling lazim muncul antara lain nyeri pada bagian perut, wilayah pinggang yang sakit, serta rasa tak nyaman yang berlebihan saat menstruasi.

Infeksi vagina

Penyakit ini menampakkan gejala antara lain keputihan berlebih dengan bau yang sangat menyengat dan disertai dengan rasa gatal. Infeksi ini biasanya menyerang wanita pada usia yang produktif khususnya bagi mereka yang telah memiliki pasangan dan aktif melakukan kegiatan seksual. Penyebab utamanya adalah hubungan seksual.

Penyempitan Pada Oviduk

Oviduk atau saluran telur bisa mengalami penyakit dimana ia akan menyempit. Penyebabnya disinyalir genetis namun ada juga yang disebabkan oleh kuman jenis tertentu. Saluran telur yang sempit akan membuat wanita sulit mendapatkan anak sebab jalan sperma terhalangi.

Mandul/Infertilitas

Hal ini bisa disebabkan oleh penyakit maupun gangguan. Pada kondisi umum, wanita akan mengalami masa subur sekali dalam sebulan. Bagi wanita yang kurang subur biasanya tidak terdapat masa subur dalam jangka waktu tertentu. Dan hal ini menandakan gejala infertilitas. Hal ini biasa diatasi dengan berbagai metode salah satunya adalah terapi makanan dan lain-lain.

Kanker Payudara

Penyakit pada sistem reproduksi manusia tepatnya pada wanita adalah kanker payudara. Meski pria juga memiliki payudara namun penyakit yang satu ini lebih rentan menyerang wanita sebab jaringan lemak pada payudaranya jauh lebih besar jika dibandingkan dengan pria. Kanker payudara ini bisa menyerang wanita yang sudah menikah maupun belum.

Mola Hidalidosa

Atau yang lebih populer dikenal dengan nama hamil anggur merupakan kondisi dimana wanita mengalami kehamilan namun tak ada janin yang tumbuh di dalam rahim melainkan hanya gelembung bernama mola juga darah yang membeku. Hamil anggur ini bisa mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa dan bahkan berbuntut pada kematian yang disebabkan pendarahan.

Condiloma Accuminata

Merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus bernama Human Papiloma. Ia ditandai dengan munculnya kutil yang terus membesar dan akhirnya menjadi cikal kanker pada mulut rahim wanita.

Gangguan Organ Reproduksi Pria

Adapun gangguan dan penyakit reproduksi yang bisa menyerang pria antara lain kriptorkidisme, prostatitis, hipogonadisme, epididimitis, dan juga orkitis.

Hipogonadisme

Merupakan gejala dimana terdapat penurunan fungsi testis pada pria dan disebabkan oleh adanya gangguan interaksi hormon yakni androgen dan juga estrogen. Penyakit ini bisa berujung pada kemandulan dan juga berkurangnya karakter maskulin pada pria.

Kriptorkidisme

Adalah suatu kegagalan satu atapun dua testis untuk turun dari abodemen menuju scrotum saat pria masih bayi. Hal ini membuat hormon testoteronnya tidak berkembang dengan baik.

Uretritis

Adalah peradangan pada bagian uretra dengan disertai dengan gejala rasa gatal yang berlebih terutama pada bagian penis. Pria yang terkena penyakit ini akan sering buang air kecil. Penyebabnya adalah virus herpes.

Prostatitis

Adalah gejala dimana prostat meradang. Penyebabnya adalah bakteri bernama Escherichia colia.

Epididimitis

Adalah infeksi yang biasanya terjadi pada sistem reproduksi pria. Penyakit yang satu ini biaanya disebabkan oleh bakteri E. Coli dan juga Chlamydia.

Sifilis

Penyakit ini disebabkan bakteri bernama Treponema Pallium yang didapatkan seseorang melalui hubungan seksual, luka mikroskopis dan juga trasfusi darah.

Gonorhea

Penyakit ini lazim disebut dengan kencing nanah. Penyebabnya adalah bakteri Neisseria Gonorrheae. Ia ditularkan melalui prilaku seks yang bebas dan menyimpang. Gejalanya adalah keluarnya cairan berwarna putih yang disertai dengan rasa yang nyeri pada saat buang air kecil.

Masih ada banyak penyakit pada sistem reproduksi manusia lainnya. Penyakit ini bisa dihindari dengan berprilaku seks yang baik dan rutin memeriksakan diri. Asupan makanan yang baik juga akan membuat sistem reproduksi Anda sehat .

sumber; http://kelasbiologiku.blogspot.com/2013/03/beberapa-penyakit-pada-sistem.html


Perbedaan Respirasi Aerob Dan Anaerob

Secara kompleks, respirasi diartikan sebagai sebuah proses pergerakan atau mobilisasi energi oleh makhluk hidup dengan cara memecah senyawa dengan ebergi tinggi yakni SET yang akan digunakan sebagai penyokong aktifitas dalam keseharian makhluk hidup tersebur. Kegiatan respirasi ini berlangsung pada semua makhluk hidup baik itu hewan, tumbuhan maupun manusia. Secara umum, dalam ilmu biologi dikenal ada dua jenis respirasi. Pembedaannya didasarkan pada keterlibatan oksigen di dalam proses tersebut. Adapun yang dimaksud adalah respirasi aerob dan respirasi anaerob.

Respirasi Aerob

Secara sederhana, respirasi yang satu ini diartikan sebagai sebuah reaksi katabolisme yang memerlukan suasana aerobic dengan demikian dalam prosesnya keberadaan oksigen sangat dibutuhkan. Hasil dari reaksi ini adalah energi dengan jumlah yang besar.
Energi tersebut disimpan dalam bentuk energi kimiawi yang dikenal dengan kode ATP. Energi ATP ini akan digunakan oleh sel di dalam tubuh makhluk hidup untuk menunjang beberapa hal seperti pertumbuhan, gerak, transportasi, reproduksi dan kegiatan lainnya. Secara sederhana, rumus yang menggambarkan respirasi aerob adalah C6H12 + 6O2 = 6CO2 + 6H20.

Respirasi aerob ini dibagi ke dalam 3 tahapan, yang secara berturut-turut mencakup:
  1. Glikolisis, yakni proses pemecahan molekul c6 atau glukosa menjadi senyawa bernama asam piruvat atau dikenal dengan rumus kimia C3.
  2. Siklus krebs, yakni reaksi CoA atau molekul asetil yang akan menghasilkan oksalosetat dan juga asam sitrat.
  3. Transpor electron, yakni reaksi reduksi atau oksidasi NADH2 dan molekul FADH2 yang pada akhirnya menghasilkan H2O juga energi berupa ATP.
Respirasi Anaerob

Yakni pernapasan yang tidak memerlukan oksigen atau o2. Respirasi yang satu ini terjadi pada bagian sitoplasma dan tujuannya untuk mengurai senyawa organik. Tidak seperti respirasi aerob, respirasi anaerob hanya menghasilkan sejumlah energi yang jauh lebih kecil yakni 2 ATP. Proses respirasi anaerob ini bisa dijumpai pada reaksi fermentasi juga pernapasan intra-molekul. Jika pada reaksi aerob, terdapat pembebasan CO2 juga H2O secara sempurna, maka pada respirasi anaerob glukosa dipecah secara tidak sempurna menjadi komponen H2O dan juga CO2. Pada respirasi anaerob ini pula , hodrogen bergabung bersama sejumlah komponen yakni asam piruvat, asetaldehida yang kemudian membentuk asam laktat juga etanol. Sementara itu pada respirasi aerob, hydrogen yang dibebaskan justru akan bergabung bersama dengan 02 dan pada akhirnya membentuk H2O

Jika didata secara detil, maka perbedaan respirasi aerob dan anaerob bisa dilihat pada list berikut:
  1. Respirasi Aerob: Memerlukan oksigen, prosesnya terjadi di dalam matriks mitokondria, respirasi ini bertujuan untuk memecah senyawa organik ke an-organik, menghasilkan energi dalam jumlah yang besar yakni 36 ATP.
  2. Respirasi Anaerob: tidak memerlukan kehadiran oksigen dalam prosesnya, berlangsung di dalam sitoplasma, tujuannya untuk mengurai senyawa organik, hasil akhirnya berupa energi tapi dalam jumlah yang sedikit yakni 2 ATP.

    sumber; http://kelasbiologiku.blogspot.com/2013/03/perbedaan-respirasi-aerob-dan-anaerob.html

Sistem Respirasi Pada Tumbuhan

respirasi pada tumbuhan
Dalam kehidupan sehari-hari, respirasi sering disamakan dengan proses pernapasan. Hal ini tidak sepenuhnya benar sebab proses respirasi mencakup hal yang lebih kompleks ketimbang pernapasan. Namun demikian, apa yang terjadi dalam proses pernapasan tercakup dalam respirasi. Semua makhluk hidup melakukan respirasi, termasuk tumbuhan. Hanya saja respirasi pada tumbuhan tersebut tidak bisa diamati seperti manusia atau hewan. Mereka melakukan respirasi pada bagian daunnya yang dikenal dengan nama stomata atau mulut daun. Melaui stomata, tumbuhan menyerap oksigen atau O2. Tumbuhan bisa melakukan dua jenis respirasi sekaligus yakni aerob dan anaerob. Pada respirasi aerob, terjadi proses pembakaran atau oksidasi glukosa secara sempurna dan akan menghasilkan energi dalam jumlah yang besar yakni 36 ATP. Sementara itu pada saat kurang oksigen, tumbuhan akan melakukan respirasi anaerob yang hanya akan menghasilkan energi dalam jumlah yang sedikit yakni 2 ATP saja.

Respirasi pada tumbuhan pada dasarnya memerlukan oksigen, meski dalam keadaan tertentu, keberadaan okisigen tak lagi dibutuhkan (terutama pada tumbuhan yang tak berklorofil). Tujuan respirasi tumbuhan sama halnya dengan tujuan makhluk hidup lainnya. Respirasi dilakukan untuk mendapatkan energi. Tumbuhan yang bernapas dengan sistem anaerob, akan mendapatkan energi. Caranya dengan mengurai sejumlah bahan tertentu di tempat mereka hidup. Sedangkan pada pernapasan aerob, akan dihasilkan karbon dioksida juga uap air yang kemudian akan dikeluarkan melalui tubuh tumbuhan dengan sistem difusi. Semua gas yang keluar dan masuk tersebut melewati stomata yang terletak pada permukaan daun tumbuhan juga inti sel yang ada pada batang tumbuhan. Pada kondisi tertentu, akar tanaman juga merupakan tempat keluar masuknya gas. Terutama bagi tanaman yang tumbuh di rawa.

Respirasi pada tumbuhan tingkat tinggi dan tumbuhan tingkat rendah memiliki perbedaan yang mendasar. Apa saja? berikut uraiannya.

 
 Respirasi pada tumbuhan tingkan tinggi. Prosesnya berlangsung sevara aerob dimana pada pernapasan tersebut terdapat pembebasan energi dari sari-sari makanan pada bagian dalam sel tubuh tumbuhan yang dilakukan dengan cara oksidasi secara biologis. Oksidasi sendiri merupakan proses reaksi di antara sari makanan dengan oksgen yang pada akhirnya akan menghasilkan CO2 atau karbondioksida, energi dan juga H20. Reaksi tersebut merupakan jenis rekasi enzimatis yang memiliki peran sebagai katalisator. Energi yang dihasilkan oleh tumbuhan tersebut akan digunakan dalam proses pertumbuhan, pengangkutan mineral, pembentukan protein, proses fotosintesis dan masih banyak lagi lainnya.

Pernapasan pada tumbuhan tingkat rendah bisa terjadi dengan dua cara yakni aerob dan juga anaerob. Respirasi anaerob yang biasanya disebut juga dengan fermentasi yakni suatu proses pengubahan suatu senyawa utama menjadi senyawa lanjutan dengan menggunakan bantuan enzim. Proses ini bisa kita jumpai pada pembentukan alhokol yang awalnya merupakan glukosa. Respirasi pada tumbuhan tak sempurna ini juga bisa dijumpai pada pembentukan tempe.

sumber; http://kelasbiologiku.blogspot.com/2013/03/sistem-respirasi-pada-tumbuhan.html


Proses Metamorfosis Pada Katak

Metamorfosis Katak
Katak merupakan salah satu hewan amfibia yang paling populer. Saat kanak-kanak, biasanya kita mengejar katak dan menjadikannya sahabat saat bermain. Namun beranjak dewasa, pola pikir terhadap katak berubah dan kita menganggapnya sebagai salah satu binatang yang menjijikan. Hal ini boleh jadi dikarenakan kulitnya yang berlendir. Banyak di antara kita yang gagal membedakan yang mana katak dan yang mana kodok. Memang sepintas keduanya mirip. Meski demikian, jika Anda jeli Anda akan dengan mudah menemukan perbedaannya. Katak sendiri memiliki kulit yang kasar dengan bintil hingga berbingkul. Ia memiliki kulit yang cenderung kering dan kaki pada bagian belakangnya cenderung pendek. Hal sebaliknya terdapat pada kodok. Ia memiliki kulit yang lembab berlendir, kaki belakang yang panjang dan tubuh yang bulat atau gempal. Meski dibedakan, namun metamorfosis katak dan juga kodok sama saja. Hidup mereka dimulai dari telur kemudian menjadi kecebong atau berudu dan kemudian menjadi katak atau kodok yang dewasa.

Kehidupan katak juga kodok dimuali dari telur yang oleh sang indukan diletakkan di air atau di tempat-tempat yang basah seperti lumut. Dalam sekali bertelur, induk katak atau kodok bisa mengeluarkan hingga 20000 butir telur. Jumlah ini bergantung pada tingkat kesehatan sang induk. Dalam setahun, induk katak atau kodok bisa bertelur sebanyak 3 kali. Selanjutnya, telur katak akan menetas dan jadilah berudu atau yang biasa kita namai kecebong. Bentuknya serupa dengan anak ikan dengan warna hitam pada sekujur tubuhnya. Kecebong ini bernafas dengan insang yang pada usia tiga minggu akan tertutup secara alamiah oleh kulitnya yang terus tumbuh.
Selanjutnya, metamorfosis katak akan terlihat dari tubuh berudu yang mulai ditumbuhi kaki pada bagian belakang. Biasanya progress ini terlihat di usia delapan minggu. Setelah kaki belakang tersebut tumbuh hampir sempurna, maka kaki bagian depan pada berudu juga akan tumbuh hingga berudu berusia 12 minggu. Selanjutnya, pada bagian ekor berudu akan tumbuh namun perlahan. Dan, ia juga akan memiliki paru-paru sehingga benar-benar menjadi katak dewasa yang hidup di daratan.

Metamorfosis katak ini paling umum dijadikan contoh metamorfosis sempurna. Meski tidak melewati tahapan pupa atau kepompong seperti siklus metamorfosis serangga, namun katak juga mengalami transformasi yang utuh. Jika diperhatikan, berudu yang berangsur-angsur menjadi katak muda yang memiliki ekor. Katak muda ini berbeda dengan katak dewasa. katak muda masih memiliki ekor sementara setelah dewasa, katak tak lagi terlihat memiliki bagian ekor pada tubuhnya. Oleh sebab itu, katak juga bisa disimpulkan melewati 4 tahapan metamorfosis yakni telur à berudu à katak muda dengan ekor à katak dewasa tanpa ekor.


sumber; http://kelasbiologiku.blogspot.com/2013/03/proses-metamorfosis-pada-katak.html

Mengenal Alat Pernapasan Pada Hewan

alat pernapasan hewan
Pernapasan atau respirasi, dalam ilmu bilologi, diartikan sebagai sebuah proses mobilisasi energi yang ada di dalam tubuh makhluk hidup. Mobilisasi ini dilakukan dengan cara memecah senyawa berenergi tinggi atau SET agar bisa digunakan untuk menopang fungsi hidup makhluk tersebut. Meski dalam keseharian kita, respirasi dan pernapasan sering disinonimkan, namun pada hakekatnya apa yang tercakup dalam proses respirasi belum tercakup dalam proses pernapasan. Pada manusia, alat pernapasannya seragam yakni paru-paru. sementara itu bagi hewan, bergantung pada tempat dimana ia hidup, apakah di daratan atau di perairan. Alat pernapasan hewan secara umum bisa berupa paru-paru, kulit, trakea, insang, paru-paru buku dan bahkan ada beberapa hewan yang tidak mempunyai alat khusus dalam bernapas. Hewan tersebut misalnya ponifera yang bersel satu. Ia melakukan proses pernapasan dengan sistem difusi langsung antara oksigen dengan menggunakan rongga-rongga pada sekujur tubuhnya.


Trakea atau Corong Hawa


Salah satu alat pernapasan hewan adalah trakea atau yang biasa disebut dengan corong hawa. Ia merupakan alat pernapasan yang dijumpai pada serangga juga hewan yang digolongkan ke dalam kelompok arthopoda lainnya. Pembuluh pada trakea ini memiliki muara di sebuah lubang kecil yang berada pada kerangka luar atau eksoskeleton dan disebut dengan nama spirakel. Alat ini memiliki bentuk yang serupa dengan pembuluh silinder dengan lapisan zat kitin. Ia berjumlah dua atau berpasangan di setiap bagian tubuh hewan tersebut. Oksigen dihirup melalui spirakel ini yang kemudian dibawa ke arah pembuluh di dalam trakea hingga oksigen menjangkau semua wilayah di dalam tubuh serangga. Salah satu contoh serangga dengan trakea sebagai alat pernapasan adalah belalang.
Paru-paru


Alat pernapasan pada hewan berupa paru-paru buku bisa dijumpai pada hewan kalajengking juga laba-laba besar atau Arachinida. Paru-paru buku ini mereka gunakan saat berada di daratan, dan saat berada di air, mereka akan bernapas dengan insang buku. Paru-paru buku ini memilik gulungan yang bersumber dari invaginasi perut hewan tersebut. Paru-paru buku ini memiliki lembaran-lembaran yang tipis bernama lamella yang memiliki susunan sejajar satu sama lainnya. Fungsi paru-paru maupun insang buku ini sama saja dengan fungsi paru-paru yang dimiliki oleh vertebrata. Contoh lain hewan yang menggunakan paru-paru biasa adalah burung, reptil dan lain-lain.

Insang

Alat pernapasan pada hewan selanjutnya adalah insang. Biasanya alat ini dijumpai pada pisces atau ikan. Insang ini memiliki lembaran yang tipis dengan warna merah cenderung muda. Lapisan ini selalu lembab. Bagian luar insang ini selalu berhubungan dengan air dan bertugas memfilter oksigen. Sementara itu bagian dalam insang pada ikan berhubungan atau terkait dengan kapiler darah. Selain berperan sebagai alat pernapasan hewan, insang ini juga memiliki manfaat lain yakni sebagai alat untuk mengekskresi garam, sebagai alat untuk menyaring makanan, tenpat bertukarnya berbagai ion dan juga sebagai osmoregulator. Insang ini secara umum ditemukan pada ikan. Meski demikian, insang sederhana dan tidak permanen juga ditemukan pada katak saat mereka masih ada dalam fase berudu.

Alat pernapasan pada hewan lainnya adalah kulit. Hal ini bisa dijumpai pada katak. Pada hewan ini, oksigen berdifusi dengan melalui selaput pada rongga mulut dan kulitnya. Katak sesungguhnya memiliki paru-paru yang juga difungsikannya untuk bernapas, hanya saja paru-paru tersebut masih belum sesempurna milik mamalia. Paru-paru pada katak berjumlah sepasang dan terkoneksi dengan kapiler darah. Paru-paru ini memiliki bentuk serupa dengan gelembung.

sumber; http://kelasbiologiku.blogspot.com/2013/03/mengenal-alat-pernapasan-pada-hewan.html

Terima kasih atas kunjungan anda ..!!! Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net | StayTune Guys !!! | PageRank Checker